Welcome

"Supplier for Landscaping & gardening" Alamat : Jl.Raya Leuwinanggung Cibubur CONTACT : AJI WIBOWO 081289915190 email: ajisetyowibowo@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kami. Tampilkan semua postingan

JENIS TANAMAN RUMAH MINIMALIS



TANAMAN IDOLA UNTUK TAMAN RUMAH ANDA


Rumput gajah mini  dalam bahasa asingnya disebut pennisetum purperium schamach semakin banyak diminati oleh masyarakat sebagai elamen dekorasi taman penutup tanah / Ground cover. Tapi kini perannya tak hanya sebagai penutup tanah tetapi juga untuk pengisi bagian dari paving blok dan pembatas konturan taman.
Daunnya yang berwarna hijau pekat sangat menyejukkan mata. Ciri khas lainnya dari rumput gajah mini adalah berdaun tebal dengan tepian yang agak keriting. Panjang daun rumput gajah mini kurang lebih 3 -5cm sedangkan jenis rumput pendahulunya yaitu rumput gajah biasa memiliki panjang kurang lebih 10cm, dengan dengan kerapatan yang baik apabila terpapar sinar matahari langsung rumput gajah mini terlihat rapi dan minimalis .

Salah Satu Model Taman Jepang

Taman batu Jepang (枯山水 Karesansui?, arti harfiah: lanskap kering) atau taman Zen adalah salah satu gaya dalam taman Jepang. Taman jenis ini tidak menggunakan air. Lanskap alam dilukiskan dengan batu dan pasir yang melambangkan kolam dan aliran air. Orang yang melihat diminta untuk berimajinasi bahwa hamparan pasir berwarna putih dan kerikil adalah permukaan air. Jembatan dibangun untuk memberi kesan ada aliran air di bawahnya. Pola-pola pada hamparan pasir ditata dengan penggaruk bambu untuk melambangkan aliran air.

Taman ini bersifat abstrak, dan terutama berkembang di kuil-kuil Zen pada zaman Muromachi sehingga juga dikenal sebagai taman Zen. Meskipun demikian, taman batu sudah merupakan salah satu bagian dari beberapa gaya taman Jepang dari zaman-zaman sebelumnya, misalnya di taman gaya kaiyū dan taman gaya shinden-zukuri yang dibangun di rumah kediaman resmi daimyo. Setelah meningkatnya kepopuleran taman batu pada zaman Muromachi, taman batu Jepang diterima sebagai salah satu gaya taman Jepang. Berbeda dari gaya dan model taman Jepang lainnya, taman batu Jepang sama sekali tidak memerlukan air. Oleh karena itu, taman batu memungkinkan orang membuat taman Jepang di tempat sulit air.

Taman batu yang mewakili taman gaya ini adalah taman batu Daitoku-ji dan Saihō-ji di Kyoto. Taman batu Jepang yang paling terkenal berada di Ryōan-ji, Kyoto. Taman batu di Ryōan-ji hanya terdiri dari 15 buah batu di atas hamparan pasir yang dikelilingi tembok. Di taman batu Ryōan-ji hanya ada pasir dan batu, tidak ada pohon atau semak. Dilihat dari sudut mana pun (kecuali dari atas), di taman batu Ryōan-ji hanya terlihat 14 buah batu.

Sejarah

Menurut sejarah taman batu Jepang yang ditulis oleh Matsu Yoshikawa[1], dokumen tertua mengenai taman Jepang yang pertama adalah "pulau" yang dibangun Soga no Umako di tepi Sungai Asuka pada masa pemerintahan Maharani Suiko (sekitar 620). Berdasarkan ide tersebut, di rumah kediamannya, Pangeran Kusakabe membangun taman untuk menggambarkan lanskap alam yang terdiri dari pulau berukuran sedang, jembatan, kolam, dan pantai berbatu-batu.

Pada zaman Nara, Taman Tōin di Istana Heijō dibangun dengan menggunakan batu-batu untuk menggambarkan pemandangan laut, tepi sungai, tepi laut, dan air yang mengalir. Sepanjang zaman Heian populer taman-taman yang dibangun dengan kolam berukuran besar, seperti di Shinsen-en dan vila kekaisaran di luar kota Kyoto.

Sewaktu menggambarkan lanskap alam, air merupakan elemen dasar dalam taman Jepang waktu itu. Taman-taman pada zaman Heian umumnya dibangun oleh para biksu. Sepanjang paruh kedua zaman Heian hingga zaman Kamakura dikenal biksu-biksu ahli pertamanan (ishitadesō). Sewaktu biksu membangun kuil Buddha, mereka juga merancang tata letak kuil, termasuk taman untuk kuil. Pembangunan taman waktu itu didasarkan oleh tradisi pertamanan Jepang yang dipadukan dengan filsafat Zen, serta seni, budaya, dan filsafat dari Cina.

Ketika membangun kuil Buddha di kawasan kota-kota yang sulit air, para biksu juga diharuskan harus membangun taman kuil. Kesulitan air menjadikan mereka membangun taman dari batu-batu yang disebut karesansui. Dalam analogi yang ekstrem, lanskap alam seperti sungai dan gunung dapat dilambangkan hanya dengan sebuah batu. Sebuah batu diimajinasikan sebagai sebuah gunung, seluruh lanskap, atau seluruh kosmos seperti hanya penggambaran lanskap alam dalam seni abstrak bonseki dan sumi-e.

Teknik pertamanan berkembang pesat di Jepang pada zaman Muromachi berkat taman batu Jepang yang dirancang dan dibangun oleh Zenami. Shogun Ashikaga Yoshimasa sangat dipengaruhi pemikiran dari ahli pertamanan bernama Musō Soseki, dan mempekerjakan Zenami walaupun ia berasal dari kalangan rendah (kawaramono). ( Sumber : wikipedia Bahasa Indonesia )

TAMAN DI JAKARTA

Jakarta memiliki banyak taman kota yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Taman Monas atau Taman Medan Merdeka merupakan taman terluas yang terletak di jantung Jakarta. Di tengah taman berdiri Monumen Nasional yang dibangun pada tahun 1963. Taman terbuka ini dibuat oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1870) dan selesai pada tahun 1910 dengan nama Koningsplein. Di taman ini terdapat beberapa ekor kijang dan 33 pohon yang melambangkan 33 provinsi di Indonesia.[8]

Taman Suropati terletak di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman berbentuk lingkaran dengan luas 16,322 m2 ini, dikelilingi oleh beberapa bangunan Belanda kuno. Di taman tersebut terdapat beberapa patung modern karya artis-artis ASEAN, yang memberikan sebutan lain bagi taman tersebut, yaitu "Taman persahabatan seniman ASEAN".[9]


Taman Suropati

Taman Lapangan Banteng merupakan taman lain yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Luasnya sekitar 4,5 ha. Disini terdapat Monumen Pembebasan Irian Barat. Pada tahun 1970-an, taman ini digunakan sebagai terminal bus. Kemudian pada tahun 1993, taman ini kembali diubah menjadi ruang publik, tempat rekreasi, dan juga kadang-kadang sebagai tempat pertunjukan seni atau pertunjukan lain. ( Sumber : Wikipedia Indonesia )

Keep Go Green

Saat ini, hampir seluruh Negara di penjuru dunia ini menggalang gerakan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Gerakan yang sangat populer dengan sebutan ‘Go Green’ ini telah menjadi gaya hidup sebagian dari masyarakat dunia. Di Indonesia, ‘Go Green’ pun mulai merebak ditengah masyarakat.

Meskipun belum mampu menyadarkan seluruh lapisan masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan,pemerintah Indonesia tetap berkomitmen serius dalam mengatasi berbagai kerusakan lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan peduli lingkungan,seperti melakukan penanaman pohon pelindung & pohon Penghijauan seperti : bibit tanaman Hias, bibit Trembesi, bibit sengon & bibit buah atau menggerakkan “Car Free Day”. Itu hanya sebagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu,pemerintah juga mendorong industri untuk selalu ramah lingkungan, mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan, serta membangun kesadaran masyarakat akan penggunaan produk-produk ramah lingkungan.Peningkatan produk ramah lingkungan sekaligus untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.Khususnya, bagi produk-produk yang akan diekspor ke AS dan Eropa. Pasalnya, kedua negara tersebut hanya akan menerima produk-produk dari luar negeri yang telahbersertifikat ramah lingkungan

Di dalam negeri sendiri, eco product belum mampu menjamah seluruh kalangan masyarakat. Pemicu utamanya adalah harga harga eco product yang masih relatif tinggi. Dengan kata lain, produk ini belum diterima pasar secara luas sehingga dampak positifnya pun belum dirasakan seluruh masyarakat.Untuk itu, perluasan pasar akan eco product sangatlah penting dilakukan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat penggunaan eco product.

Produk-produk ramah lingkungan

Belakangan, produk-produk ramahlingkungan cukup mudah ditemui dipasaran. Berbagai industri rumah tangga yang menghasilkan beragam produk daur ulang pun bermunculan. Misalnya saja,industri tas atau beragam aksesoris yangt erbuat dari limbah plastik, seperti kemasan deterjen, biskuit, atau kopi.Di daerah Kulonprogo, Yogyakarta,tengah dikembangkan produk kerajinan yang ramah lingkungan.

Kerajinan ini menggunakan bahan baku alami yang bisadiperbarui dan bukan berasal dari bahan tambang ataupun barang langka lainnya.Salah satu jenis produk yang merupakankomoditas ekspor adalah anyaman serat pandan. Baik serat daun maupun daun pandan kering, memiliki nilai jual tinggi.Daun pandan adalah bahan baku alami yang mudah diperoleh dan dapat diperbaharui dengan penanaman kembalitanaman pandan.

Selain daun pandan,juga dikembangkan kerajinan yang berbahan baku kayu yang berasal dari pohon yang cepat tumbuh sehingga tidak merusak lingkungan. Misalnya,bambu,sengon,mahoni, trembesi dan sonokeling.( Dari berbagai sumber )

Peran Serta Masyarakat .

kitapun sebagai anggota masyarakat bisa menunjukkan kepedulian kita tentang lingkungan hidup dengan melakukan hal-hal kecil dilingkungan rumah kita, akan tetapi memiliki dampak yang sangat besar misalnya :

* Menanam Tanaman Hias di luar Rumah
* Menananam Pohon Pelindung di taman perumahan
* Menanam Tanaman Buah
* Mengurangi penggunaan kertas ,

dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan manfaat baik bagi generasi kita maupu generasi yang akan datang terkait dengan program penghijauan diatas.

SALAM 

SMS / WA  :  081212237180
BBM   :   7DBE74E9 
Email: fattahcorp@gmail.com 

Facebook : Roempoen Bamboe



"..Penyedia jasa pembuatan taman dan kolam ,Pembuatan Taman Minimalis serta penjualan dan pengadaan tanaman hias untuk landscaping penghijauan dan tanaman pelindung.."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...